Desa Pemaron Penglatan Dan Kelurahan Banyuning Jadi Pilot Project Gkpd Di Kabupaten Buleleng Tahun 2022

Desa Pemaron dan Desa Penglatan serta slot online Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng diatur menjadi Penerbang Project Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) tahun 2016 di Kabupaten Buleleng, Bali.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Bali di Denpasar, Endang Widowati menguyngkapkan, GKPD ini dikerjakan di semua provinsi di Indonesia yang diselenggarakan pertama kali pada tahun 2014 hingga dengan nanti tahun 2019.

Target dari program nasional ini setiap tahunnya ialah 100 desa di semua Indonesia. Di Provinsi Bali sendiri memperoleh alokasi 10 desa di tahun pertama di Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar. Kemudian di tahun kedua ialah di Kabupaten Klungkung dan di tahun ketiga di Kabupaten Buleleng.

”Jadi program nasional GKPD sudah menjelang tahun ketiga dan di Bali sendiri di tahun ketiga ini diselenggarakan di Kabupaten Buleleng dengan tiga desa yang diintervensi,” ungkap Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Bali, Endang Widowati saat mengerjakan aktivitas Monitoring dan Evaluasi (Monev) GKPD di Kabupaten Buleleng, Selasa (22/11).

Berdasarkan Endang Widowati, ada beberapa rangkaian aktivitas yang dikerjakan pada GKPD ini, di antaranya aktivitas re-orientasi maupun pengenalan program kepada Pemkab Buleleng. Setelah re-orientasi ini, Pemkab Buleleng Buleleng menunjuk desa/kelurahan pantas dengan kriteria yang diatur. Selanjujtnya,dikerjakan pengarahan teknis (bimtek) kepada kader keamanan pangan di desa dari bermacam-macam elemen, seperti Karang Taruna dan PKK. Kenudian, GAP Assessment ialah pemotretan kondisi sebelum BBPOM mengerjakan intervensi. Setelah progres bimtek kepada komunitas dilanjutkan dengan Gebyar GKPD hingga dengan monev terakhir.

”Ada beberapa rangkaian aktivitas yang dilewati dari bulan April hingga November 2016. Terakhir ialah monev ini untuk mengetahu seberapa jauh GKPD ini berjalan,” terang Endang.

Disinggung mengenai evaluasi GKPD di Kabupaten Buleleng, Endang mengatakan, ternyata sudah terjadi perubahan prilaku yang kongkrit pada masyarakat di dua desa dan satu kelurahan ini. Terjadi perbedaan prilaku sebelum dan sesudah diitervensi.

”Hal seperti ini sesungguhnya yang diharapkan pada GKPD ini, ialah selalu mengimplementasikan keamanan pangan, sebab kesadaran kepada keamanan pangan ini tak datang dengan sendirinya, melainkan mesti diupayakan. Di dua desa dan satu kelurahan ini amat antusias dan sadar bahwa keamanan pangan amat penting,” imbuhnya.

Disisi lain, Endang menyatakan, masih ditemukan bahan makanan yang tak aman, melainkan sudah jauh berkurang. Masih ditemukan zat pewarna pada “jaje begina”.

“Saya yakin dengan berlanjutnya progres keamanan pangan ini hal-hal seperti itu sudah tak ada lagi. Pangan seperti itu sendiri tak dari desa tersebut melainkan makanan dari luar yang dijajakan di desa tersebut. Saya juga mau kepada bupati terpilih nanti untuk melanjutkan program ini supaya dapat diimbaskan kepada desa yang lain,” sebutnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan Kabupaten Buleleng, Made Arya Sukerta, SH., MH menyatakan keinginan adanya perubahan mindset dari masyarakat seputar pentingnya kemandirian pangan. Memahami ketahanan pangan dan juga keamanan pangan dari sisi higinitas lewat GKPD ini.

Menurutnya, jika hal tersebut dapat tumbuh di masyarakat, bangsa ini akan menjadi bangsa yang sehat. “Saya yakin dengan program ini mindset masyarakat seputar keamanan pangan dapat berubah. Kita tak dapat asal makan saja. Kita mesti tahu darimana makanan tersebut berasal dan terbuat dari apa,” ungkap Arya Sukerta.

Mewakili Pemkab Buleleng, Arya Sukerta mau dengan dua desa dan satu kelurahan ini sebagai pilot project, program ini dapat membias pada tempat-tempat yang produksi pangannya kurang terlebih di wilayah barat. Jika di tempat-tempat tersebut juga diedukasi seputar keamanan pangan, dirinya yakin masyarakat disana akan berkembang dengan baik.

“Kemauan aku, program ini berlanjut pada tahun-tahun selanjutnya. Dua desa dan satu kelurahan ini juga diharapkan dapat mengimbaskan pengetahuan mereka seputar keamanan pangan kepada desa yang lain dan Pemkab Buleleng siap mereplikasi program ini ke wilayah desa lainnya,” imbuhnya.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.